Showing posts with label my journal. Show all posts
Showing posts with label my journal. Show all posts
Bukan malam yang meminta siang datang, bukan pula siang yang mengusir malam. Mereka hanya bergantian hadir di langit. tak ada manusia yang tahu siapa yang bersalah, siapa membenci siapa diantara mereka berdua. Namun, jika saja bintang-bintang diatas sana mampu bersaksi, mungkin ada satu diantara siang dan malam yang menjadi pelaku utama melakukan kebenciannya tanpa suara, dan memanipulasi saksi mata diatas bumi. dengan cara kotor yang bersih. Dia adalah sutradara gadungan yang membawa skenario palsu dan menjalankan dramanya sendiri. Dia memang bukan orang baik,Tapi tak satupun berani menyalahkan dan mengusirnya. Dan semuanya menjadi tak berdaya dihadapannya. Meski dunia tahu dia salah.
Memang dialah sang penghuni singgasana raja.
Jika kau memandang dunia ini dengan mata naifmu, mungkin kau harus berhenti menggunakan kedua bola matamu itu. Hidup ini bukan sebuah dongeng, bukan pula sebuah cerita ideal dengan segala kesempurnaanya diakhir kata. Tak semua orang baik akan menang, tak semua kejujuran akan terungkap. Hanya orang-orang naif yang berikir untuk mengungkap sebuah kebenaran dengan jalan yang baik dan membawa dunia kepada pintu terang benderang penuh kedamaian abadi. apa kau mempercayainya?
Jika dunia ini menjadi sesuatu yang suatu saat akan berakhir, menurutmu bagaimana akhirnya? apakah seperti yang orang lain kata? ataukah sebenarnya apa yang orang kata itu adalah sebuah kesalahan yang tercuci bersih oleh kepercayaan? yang membuatnya berubah menjadi sebuah kebenaran. Inilah permainan dunia. putih tak hanya berarti bersih. tapi juga dapat diartikan kebencian yang terkejam yang mematikan, dengan perawakan polos yang mengandung racun.

Terkadang , percaya kepada orang lain itu baik, tapi terkadang itu juga sebuah kesalahn besar yang hanya mendatangkan penyesalan. memilih untuk tidak mempercayai orang lain adalah sebuah bentuk perlindungan diri. Perlindungan dari sebuah pengkhianatan, dari sebuah penyesalan, dan dari segala hal yang dituntun oleh nafsu manusia yang tak ingin seorangpun mengalaminya.
Mari kita hentikan sampai disini. karena kebenaran tak lagi mengandung arti kata benar. karena kejujuran tak selalu apa adanya. ukuran mutlak bahasa tak cukup kuat untuk terus berdiri tegap.
Memang dialah sang penghuni singgasana raja.
Jika kau memandang dunia ini dengan mata naifmu, mungkin kau harus berhenti menggunakan kedua bola matamu itu. Hidup ini bukan sebuah dongeng, bukan pula sebuah cerita ideal dengan segala kesempurnaanya diakhir kata. Tak semua orang baik akan menang, tak semua kejujuran akan terungkap. Hanya orang-orang naif yang berikir untuk mengungkap sebuah kebenaran dengan jalan yang baik dan membawa dunia kepada pintu terang benderang penuh kedamaian abadi. apa kau mempercayainya?
Jika dunia ini menjadi sesuatu yang suatu saat akan berakhir, menurutmu bagaimana akhirnya? apakah seperti yang orang lain kata? ataukah sebenarnya apa yang orang kata itu adalah sebuah kesalahan yang tercuci bersih oleh kepercayaan? yang membuatnya berubah menjadi sebuah kebenaran. Inilah permainan dunia. putih tak hanya berarti bersih. tapi juga dapat diartikan kebencian yang terkejam yang mematikan, dengan perawakan polos yang mengandung racun.

Terkadang , percaya kepada orang lain itu baik, tapi terkadang itu juga sebuah kesalahn besar yang hanya mendatangkan penyesalan. memilih untuk tidak mempercayai orang lain adalah sebuah bentuk perlindungan diri. Perlindungan dari sebuah pengkhianatan, dari sebuah penyesalan, dan dari segala hal yang dituntun oleh nafsu manusia yang tak ingin seorangpun mengalaminya.
Tetapi, akhir-akhir ini kualitas pendidikan mulai dipertanyakan dari
banyaknya kasus korupsi, kolusi, pencurian dan berbagai penyalahgunaan jabatan
yang bermunculan. Makin tahun bangsa Indonesia makin bertambah cerdas, tak
heran jika para pemimpin berhati licik kini tak bisa semudah dahulu beraksi dan
membohongi masyarakat. Di berbagai daerah kini mulai bermunculan para pemuda
yang dengan tegas dan tak takut mati menyuarakan hak-hak nya sebagai rakyat dan
mengkritik para kaum elite. Ya, bangsa kita sudah mulai sadar akan ketidak
tahuan mereka selama ini yang memudahkan diri mereka sendiri dengan terima
dibodohi, baik oleh bangsa asing maupun pemimpinnya sendiri. Dan sedikit demi
sedikit, sistem demokrasi di Indonesia mulai kembali terbangun.
Pendidikan di Indonesia banyak menuai kritikan dari masyarakat. Seperti
yang dikutip dalam sebuah buku karangan Rhenald Kasali, Guru Besar FEUI tersebut
mengatakan, “Kaum muda cenderung pandai, namun outputnya adalah manusia-manusi
penumpang yang sering saya temui di dalam angkot atau bus kota. Fokusnya
adalahh buku teks, yaitu memindahkan pengetahuan dari buku teks ke kertas
ujian. Jadi pintar itu adalah pintar kertas, dan sarjananya sangat mungkin
menjadi sarjana kertas.” Ungkapan
tersebut adalah sebuah fakta yang seringkali dielak karena malu untuk
mengakuinya. Tapi itulah sebuah realita. Sistem pendidikan wajib belajar dua
belas tahun dengan penyusunan kurikulum sebegitu kompleksnya ternyata tak
sepenuhnya dapat memenuhi harapan dari pendidikan nasional. Seperti halnya
teori stabilitas IQ, EQ dan SQ, Pendidikan di Indonesia hanyalah memenuhi
kebutuhan IQ dan memiliki kekurangan di kedua sisi lainnya. Kini, hakekat
pendidikan yang tertanam pada para pelajar telah mengalami masa kritis. Mereka
tak lagi bersekolah untuk belajar dan menambah pengetahuan seperti yang kita
ekspetasikan. Tapi kondisi telah memaksakan mereka untuk bersekolah demi nilai.
Untuk dapat lulus memerlukan nilai yang memenuhi standar KKM, untuk
mendapatkan sekolah yang bagus dan masuk kelas unggulan harus mendapat nilai
yang unggul, untuk setiap pelajaran yang diberikan para pelajar dipaksa untuk
menuntaskan ujian dan mendapatkan nilai dari guru. Semua keberhasilan
ditentukan oleh nilai. Maka bukanya tak mungkin jika pelajar kini tak
berorientasi pada pengetahuan tapi justru pada nilai. Karena mereka selama ini
dijarkan untuk terus mendapatkan nilai, bahwa nilai adalah penentu kesuksesan
hidup, dan tinggi rendahnya nilai-lah yang menentukan masa depan seseorang.
Tapi pada nyatanya, dunia kerja tak sebatas memerlukan pengetahuan saja, tapi
juga sikap dan karakter seseorang menjadi pperimbangan penting dalam kualitas
seorang pekerja.
Selain masalah terlalu dominannya ilmu pengetahuan dalam bentuk teori yang disajikan
dalam sistem pembelajaran, begitu kompleksnya mata pelajaran juga menjadi
permasalahan. Indonesia memiliki 16 mata pelajaran utama yang diberikan pada
peserta didik. Meskipun dia kelak hanya akan fokus ke satu bidang sesuai masa
depan yang ditargetkannya, dia tetap harus mempelajari seluruh mata pelajaran
pokok tersebut. Dan apa hasil yang diperoleh? Banyak dari para pelajar hanya
belajar asal tahu sesaat saja, supaya dia bisa lulus. Dan kemanakah
pengetahuan-pengetahuan yang sedemikian banyaknya? Setelah ujian berakhir,
semua teori itu hilang karena hanya disimpan dalam memori sesaat saja.
Memberikan semua pengetahuan tersebut menjadi sia-sia dan hanya memberikan
sedikit manfaat. Meski negara kita memiliki banyak subsidi yang diberikan
kepada pendidikan, tapi usaha mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi kurang
tercapai karena kurang tepatnya metode yang dilakukan kurang tepat. Dengan kata
lain, dapat disimpulkan bahwa kualitas pendidikan Indonesia masih tergolong
rendah.
Sebuah sistem pendidikan yang buruk akan membentuk masyarakat yang
berkualitas buruk pula. Maka pertanyaan selanjutnya adalah, apakan Indonesia
telah siap mengahadapi MEA dengan sumber daya manusia yang ada?
Dalam tujuh misi pokok yang diunggulkan dalam program kerja
Presiden Joko Widodo, salah satunya adalah revolusi mental. Dalam bangsa kita,
sikap menunggu perintah dan mengerjakan apa yang didiktekan oleh atasan harus
dihapuskan. Mental inlander yang harusnya telah punah semenjak kemerdekaan
tahun 1945 harus segera dibersihkan dari jati diri bangsa Indonesia. Selain
itu, menyinggung tentang jati diri bangsa, rasa nasionalisme sedang tertidur pulas dalam setiap jiwa
masyarakat Indonesia harus segera dibangunkan. Karena Indonesia tak boleh mengulang
keterpurukan yang sama seperti zaman penjajahan dahulu, seperti perkataan
seorang filsuf Prancis George Santayana,“Those
who fail to learn the lesson of history, are doomed to repeat them” Dan tak
dapat dipungkiri lagi, sepertinya sejarah benar-benar sedang mengulang.
Beberapa tahun kedepan, kita akan menyaksikan kembali peristiwa sumpah pemuda
seperti di tahun 1928. Tinggal menunggu waktu, seberapa cepatkah kita sadar
akan keterpecah-belahan tak kasat mata ini.
Pada pidato yang disampaikan Perdana Menteri Malaysia tanggal 3
oktober 2006, Dr Mahathir Mohammad mengutip kata-kata presiden I R Soekarno
yang sangat memotivasi beliau dan menjadikannya dorongan kuat untuk melakukan
revolusi pada negaranya. “Neokolonialisme bukanlah istilah khayalan yang
diciptakan oleh Presiden Soekarno. Ia (neokolonialisme) itu nyata. Kita
merasakannya tatkala kita hidup berada dibawah kontrol agen-agen yang
dikendalikan oleh mantan penjajah kita”. Dan apa yang dapat kita lihat
sekarang? PM Malaysia tersebut berhasil membawa revolusi besar bagi bangsanya.
Bahkan melampaui Indonesia. Dan mirisnya, dengan motivasi yang beraasal dari
presiden Indonesia, bangsa lain mampu bertransformasi. Bagaimana dengan kita
sendiri?
Dalam buku yang ditulis
Presiden Soekarno menjelaskan bahwa sebuah revolusi bukanlah sekedar satu
kejadian belaka. Seperti contohnya peristiwa upacara kemerdekaan. Tetapi sebuah
revolusi adalah satu proses yang lama dan bertingkat-tingkat.
Peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di tahun 1945, Sumpah pemuda, peperangan
mengusir penjajahan adalah suatu bagian dari proses. Dan ketika Presiden
Soekarno meninggalkan kita semua, kita dititipkan amanat besar, yakni
melanjutkan revolusi Indonesia. Dan yang mampu membawa perubahan dan
melanjutkan perjuangan revolusi ini, ada di tangan pemuda bangsanya. Dan tugas
dari pendidikanlah untuk menyiapkan generasi pemuda yang cerdas dan memiliki
rasa Nasionalisme serta berpendirian kuat yang mampu melawan tantangan kemajuan
globalisasi dan berbagai serangan dari bangsa lain.
Tugas seorang pemimpin adalah melayani, dan tugas seorang pimpinan
negara adalah melayani rakyatnya. Untuk membangun negara yang maju, terlebih
dahulu kita harus mensejahterahkan masyarakatnya. Dan untuk membawa kesejahterahan dalam
masyarakat, banyak hal yang harus ditingkatkan, termasuk didalamnya pendidikan
yang termasuk dalam pilar utama berdirinya suatu negara.
Dalam pendidikan, Indonesia memiliki banyak PR dan tugas penting
yang harus dilakukan. Dan dari latar beakang yang dijelaskan diatas, saya
merumuskan sebuah misi yang kurang lebih berbunyi seperti ini ‘menciptakan
generasi muda yang bermoral, berpengetahuan luas, berpikiran maju dan memiliki
rasa nasionalisme yang tinggi.’
Mengapa saya mengangkat misi ini? Pertama, generasi muda adalah
calon penerus bangsa. Diusia yang produktif dan memiliki jiwa muda yang penuh
dengan semangat perubahan, mereka memiliki kemampuan untuk meneruskan mandat
dari Presiden Sooekarno, untuk meneruskan
revolusi Indonesia. Selain itu, di kondisi sekarang ini masih banyak pemuda
yang belum menyadari akan pentingnya diri mereka sendiri. Generasi muda
sekarang cenderung apatis dan tak peduli pada urusan negaranya sendiri. Ini
adalah dampak dari tidak siapnya kita menghadapi arus globalisasi. Ketidakpercayaan
kita pada mereka membuat diri mereka sendiri berpikir bahwa mereka masih kecil
dan belum saatnya peduli. Itulah kenapa pendidikan Nasionalisme bagi para
pemuda sangatlah penting. Dan jika saya diberikan kepercayaan untuk menjadi
seorang DPR, saya akan mengusulkan pendidikan nasionalisme dengan sistematika
yang lebih efesien dan baru. Bukan lagi melalui pendidikan PKn semata yang
sangat membosankan. Teori tanpa praktek hanya akan menjadi angin lewat. Maka,
saya berfikir untuk menciptakan satu jenjang sebelum seorang pelajar memasuki
perguruan tinggi, yakni pendidikan lapangan dan penanaman rasa cinta tanah air.
Sebuah program hasil modifikasi kegiatan wajib militer yang dilakukan di Korea
Selatan, pendidikan selama satu tahun yang akan menyadarkan para pemuda akan
posisi pentingnya dalam pembawa perubahan, dan menyeimbangkan ilmu pengetahuan
mereka dengan landasan pendirian yang kokoh. Melatih sikap pantang menyerah,
rela berkorban dan gigih berjuang. Sebuah training seperti kegiatan terjun
sosial, mengamati dan menjadi peka berita mengenai negaranya, dan menumbuhkan
rasa cinta tanah air pada diri setiap pemuda. Begitulah gambaran umumnya.
Selain itu, mendukung sistem sistem pendidikan karakter di Indonesia,
perlu adanya revisi dibeberapa bidang. Seperti pengukuran standar penilaian
karakter. Kebanyakan pemraktekannya masih terpaku pada nilai dan guru tidak
siap untuk menjadi fasilitator karena sudah terbiasa dengan sistem teacher
center yang lebih mudah dilakukan. Pembangunan mental driver yang memiliki
semangat untuk bekerja lebih dan mengambil segala resiko harus dimulai dari
tenaga pendidiknya. Dan peralihan dari sebuah sistem pendidikan tentunya
tidaklah instan. Apalagi bagi sebuah negara besar yang masih bermasalah oleh
pendidikannya yang belum merata . Selain itu, pemfokusan jurusan juga harus
lebih efesien dan tak memiliki terlalu banyak fokus.
Agustus, 2015
"nggak kerasa ya 70 tahun!"
Sebenernya melihat angka 70 kamu ngerasa senang apa sedih sih?.
Senang, Karena Indonesia ku sudah lama merdeka. Mengingat perjuangan pahlawan yang membuatku kini menjadi bangsa yang merdeka. Kegembiraan yang terdengar di saentero Indonesia tepat tujuh puluh tahun yang lalu terasa menggema kembali hari ini. Di tanggal yang sama. Ketika kita melihat Sang Saka Merah Putih berkibar di angkasa.
Sedih, Karena hingga hari ini pun, bahkan ketika sudah tujuh puluh tahun merdeka, Rakyat ini tetap saja belum sejahtera. Sudah tujuh puluh tahun lamanya, tapi ternyata kita masih menjadi bangsa yang dibodohi bangsa lain. Benar bila bangsa ini merdeka. Tapi, apakah yang dimaksud dengan merdeka, jika sebagian rakyatnya bahkan belum merasakan kemerdekaan sebenarnya, jika alamnya meronta ketika dirinya dirusak dan dikeruk untuk kepentingan bangsa lain sedang bangsanya sendiri menderita kemiskinan?. Apakah yang disebut merdeka kini hanya milik pejabat negara yang berperut buncit?. ataukah tikus-tikus berdasi yang kini bebas berkeliaran?
Tujuh puluh tahun lamanya.
ternyata sejarah kembali terulang.
Jika dulu kita dijajah secara kasat mata, secara fisik, secara terang-terangan seperti halnya zaman yang berlaku pada masa itu, Siapa yang kuat dialah yang berkuasa
Kini, benar ungkapa bahwa "siapa yang gagal mempelajari sejarahnya, maka akan mengulangnya kembali", di zaman Siapa yang Pintar dialah yang Berkuasa, Indonesia kembali dijajah. Dalam manipulasi kontrak, hubungan kerjasama palsu yang entah kenapa dengan tersenyum kita tanda tangani. Kita sedang dijajah secara tak kasat mata. Menjadikan bangsanya bodoh dan terus dalam mental inlander-nya, mental budak bahasa kasarnya. Penjajahan mental adalah istilah yang kini sering digunakan untuk menjelaskan situasi sekarang ini.
Dan apakah kita ini masih bermuka tembok dengan tetap merasa bahagia atas HUT RI ke 70 tahun. terus bersorak, menari bahagia, berpesta, menghabiskan uang, dan bertindak hura-hura seakan ini adalah sesuatu yang pantas dirayakan?. Dan kau tetap melakukanya?.
Bukan maksudku menyalahkan peringatan kemerdekaan. Tidak. Tidak ada yang salah. aku hanya mngkritik para pemuda bangsa ini yang masih memilih untuk menutup matanya dan tak peduli pada masalah seperti ini. Aku senang ketika melihat rakyat berpartisipasi dengan memasang bendera merah putih didepan rumahnya, melakukan upacara kemerdekaan di setiap daerahnya, dan mengadakan lomba-lomba perjuangan untuk membuat hari ini selalu dinantikan oleh para anak-anak. Tapi, bukan itu pointnya. Sama saja ketika kau diminta mengambil apel kau hanya mengambil batang daunya, bukan buah apelnya. Justru malah hal yang lebih penting dari hari kemerdekaan itu lupa dilakukan. Bahkan mungkin telah hilang dihapuskan waktu. mengulang tanggal 17 Agustus, Harus ada yang kita ingat. Kenangan. kenangan akan perjuangan mereka yang merelakan satu-satunya nyawa yang sangat berharga, Dan berkaca pada diri sindiri. "Dan apakah yang akan aku korbankan?"
Kau sejak lahir telah diberi fasilitas oleh negara ini, airnya, udara yang kau hirup, makanannya, hasil pertaniannya, jasa dokter, kemanan hidup dari penjajahan, pendidikan yang tinggi, bahkan kau malah terlalu bergantung padanya. Apa kau pikir semua ini gratis?. Tidak, para pejuang dulu membayar semua fasilitas itu dengan nyawa yang mereka berikan untuk negara ini. Lalu, kembali ke pertanyaan tadi, dengan apa kau membayar semua fasilitas hidupmu?.
Pemuda kini memalukan, mungkin jika mereka yang telah gugur tahu, mereka akan menangis sedih. bahkan, tentang masalah politik, mereka menutup mata. Politik. Justru adalah hal yang paling dekat dengan kita. Kita adalah bagian darinya, Politik bukan permainan orang dewasa. jangan salah paham dengan semua ini. Kita juga berhak tau tentang politik. apalagi politik negara sendiri. bahkan kita telah memiliki hak untuk bersuara. Kita memiliki posisi dalam negara ini!. Mengertilah masalah ini. Apakah kau mau dengan sukarela dipermainkan oleh bangsa lain hanya karena kau tak tahu apa-apa sedikitpun tentang negaramu sendiri?. Bahkan tidak hanya bangsa lain, tikus-tikus licik didekat kita yang mengaku para pemimpin Indonesia, Para penyalur suara rakyat, bahkan bebas berkeliaran!. Apakah kau rela?
tujuh puluh tahun lamanya.
itu kabar buruknya, tapi aku masih memiliki kabar baik untukmu
Sudah banyak pemuda yang sadar akan hal ini, gerakan pemuda kini mulai terlihat dimana-mana. Tapi, kemudian kembali kita mengingat sejarah tentang sumpah pemuda. Semua harapan ini, tanpa disatukan, tak kan menjadikan perubahan nyata. kita butuh perubahan besar!. dan aku butuh pemuda Indonesia!
Inilah tujuanku menyelesaikan tulisan ini, Aku ingin menyampaikan kabar ini untukmu. Karena, apa yang kutahu, berhak untukmu tahu, Dan apa yang kuinginkan, berhak untuk kuperjuangkan. Jadi, inilah hadiahku untuk Ulang Tahun Indonesia ke-70.
Selamat HUT RI ke-70 tahun!
kita memiliki arti warna bendera yang sangat bagus. Merah untuk keberanian, dan putih berari suci. Itulah kenapa tulisan ini berjudul MERAH YANG TELAH HILANG.
"nggak kerasa ya 70 tahun!"
Sebenernya melihat angka 70 kamu ngerasa senang apa sedih sih?.
Senang, Karena Indonesia ku sudah lama merdeka. Mengingat perjuangan pahlawan yang membuatku kini menjadi bangsa yang merdeka. Kegembiraan yang terdengar di saentero Indonesia tepat tujuh puluh tahun yang lalu terasa menggema kembali hari ini. Di tanggal yang sama. Ketika kita melihat Sang Saka Merah Putih berkibar di angkasa.
Sedih, Karena hingga hari ini pun, bahkan ketika sudah tujuh puluh tahun merdeka, Rakyat ini tetap saja belum sejahtera. Sudah tujuh puluh tahun lamanya, tapi ternyata kita masih menjadi bangsa yang dibodohi bangsa lain. Benar bila bangsa ini merdeka. Tapi, apakah yang dimaksud dengan merdeka, jika sebagian rakyatnya bahkan belum merasakan kemerdekaan sebenarnya, jika alamnya meronta ketika dirinya dirusak dan dikeruk untuk kepentingan bangsa lain sedang bangsanya sendiri menderita kemiskinan?. Apakah yang disebut merdeka kini hanya milik pejabat negara yang berperut buncit?. ataukah tikus-tikus berdasi yang kini bebas berkeliaran?
Tujuh puluh tahun lamanya.
ternyata sejarah kembali terulang.
Jika dulu kita dijajah secara kasat mata, secara fisik, secara terang-terangan seperti halnya zaman yang berlaku pada masa itu, Siapa yang kuat dialah yang berkuasa
Kini, benar ungkapa bahwa "siapa yang gagal mempelajari sejarahnya, maka akan mengulangnya kembali", di zaman Siapa yang Pintar dialah yang Berkuasa, Indonesia kembali dijajah. Dalam manipulasi kontrak, hubungan kerjasama palsu yang entah kenapa dengan tersenyum kita tanda tangani. Kita sedang dijajah secara tak kasat mata. Menjadikan bangsanya bodoh dan terus dalam mental inlander-nya, mental budak bahasa kasarnya. Penjajahan mental adalah istilah yang kini sering digunakan untuk menjelaskan situasi sekarang ini.
Dan apakah kita ini masih bermuka tembok dengan tetap merasa bahagia atas HUT RI ke 70 tahun. terus bersorak, menari bahagia, berpesta, menghabiskan uang, dan bertindak hura-hura seakan ini adalah sesuatu yang pantas dirayakan?. Dan kau tetap melakukanya?.
Bukan maksudku menyalahkan peringatan kemerdekaan. Tidak. Tidak ada yang salah. aku hanya mngkritik para pemuda bangsa ini yang masih memilih untuk menutup matanya dan tak peduli pada masalah seperti ini. Aku senang ketika melihat rakyat berpartisipasi dengan memasang bendera merah putih didepan rumahnya, melakukan upacara kemerdekaan di setiap daerahnya, dan mengadakan lomba-lomba perjuangan untuk membuat hari ini selalu dinantikan oleh para anak-anak. Tapi, bukan itu pointnya. Sama saja ketika kau diminta mengambil apel kau hanya mengambil batang daunya, bukan buah apelnya. Justru malah hal yang lebih penting dari hari kemerdekaan itu lupa dilakukan. Bahkan mungkin telah hilang dihapuskan waktu. mengulang tanggal 17 Agustus, Harus ada yang kita ingat. Kenangan. kenangan akan perjuangan mereka yang merelakan satu-satunya nyawa yang sangat berharga, Dan berkaca pada diri sindiri. "Dan apakah yang akan aku korbankan?"
Kau sejak lahir telah diberi fasilitas oleh negara ini, airnya, udara yang kau hirup, makanannya, hasil pertaniannya, jasa dokter, kemanan hidup dari penjajahan, pendidikan yang tinggi, bahkan kau malah terlalu bergantung padanya. Apa kau pikir semua ini gratis?. Tidak, para pejuang dulu membayar semua fasilitas itu dengan nyawa yang mereka berikan untuk negara ini. Lalu, kembali ke pertanyaan tadi, dengan apa kau membayar semua fasilitas hidupmu?.
Pemuda kini memalukan, mungkin jika mereka yang telah gugur tahu, mereka akan menangis sedih. bahkan, tentang masalah politik, mereka menutup mata. Politik. Justru adalah hal yang paling dekat dengan kita. Kita adalah bagian darinya, Politik bukan permainan orang dewasa. jangan salah paham dengan semua ini. Kita juga berhak tau tentang politik. apalagi politik negara sendiri. bahkan kita telah memiliki hak untuk bersuara. Kita memiliki posisi dalam negara ini!. Mengertilah masalah ini. Apakah kau mau dengan sukarela dipermainkan oleh bangsa lain hanya karena kau tak tahu apa-apa sedikitpun tentang negaramu sendiri?. Bahkan tidak hanya bangsa lain, tikus-tikus licik didekat kita yang mengaku para pemimpin Indonesia, Para penyalur suara rakyat, bahkan bebas berkeliaran!. Apakah kau rela?
tujuh puluh tahun lamanya.
itu kabar buruknya, tapi aku masih memiliki kabar baik untukmu
Sudah banyak pemuda yang sadar akan hal ini, gerakan pemuda kini mulai terlihat dimana-mana. Tapi, kemudian kembali kita mengingat sejarah tentang sumpah pemuda. Semua harapan ini, tanpa disatukan, tak kan menjadikan perubahan nyata. kita butuh perubahan besar!. dan aku butuh pemuda Indonesia!
Inilah tujuanku menyelesaikan tulisan ini, Aku ingin menyampaikan kabar ini untukmu. Karena, apa yang kutahu, berhak untukmu tahu, Dan apa yang kuinginkan, berhak untuk kuperjuangkan. Jadi, inilah hadiahku untuk Ulang Tahun Indonesia ke-70.
Selamat HUT RI ke-70 tahun!
kita memiliki arti warna bendera yang sangat bagus. Merah untuk keberanian, dan putih berari suci. Itulah kenapa tulisan ini berjudul MERAH YANG TELAH HILANG.
Jika seorang bajak laut rela mempertaruhkan nyawanya demi menyusuri lautan luas demi sebuah harta karun yang terpendam dengan hanya berpetunjuk kompas dan potongan peta buta.
Jika seorang backpacker percaya diri menggendong tasnya dan berpergian jauh tanpa uang di kantong dan nasib pasti yang akan menemuinya nanti dalam perjalanan panjangnya.
Jika seorang guru dengan ikhlas rela dideportasi ke tempat paling terpencil dari negaranya untuk mengajar di suatu tempat asing yang bahkan tak mengerti bahasa ibu serta masih jauh tertinggal peradabannya.
Jika seorang militer negara dengan langkah pasti maju ke barisan paling depan pada pertahanan negaranya di medan perang yang bahkan ia tahu musuh 1000 kali lebih hebat dari kekuatan dirinya, namun dadanya masih tegap membusung kedepan dengan berani.
Jika kau menjadi mereka, atau setidaknya jika kau bisa merasakan apa yang mereka rasakan, setidaknya kau mengerti satu hal yang berharga
Satu hal yang memberikan mereka mereka tekad, keberanian, kekuatan, dan pengorbanan.
Satu hal yang mereka pahami dan percayai.
Dan satu hal itu adalah sebuah
"Rahasia"
"Rahasia"
Mereka mempercayai sebuah rahasia. Sesuatu yang tak seorangpun tahu. Jangankan pernah melihat mungkin mendengar pun hanya sayup sayup diluarnya saja. Tapi mereka tetap percaya. Mereka tetap percaya dan meneruskan apa yang sudah mereka percayai. Karena mereka tahu dirinya benar. Dan dari kepercayaan mereka itu akan sebuah rahasia. Maka, segala kekuatan muncul mendorong kakinya. Keberanian dalam menghadang tebasan pedang lawan, tekad dalam menyeberangi lautan cina dengan sampan, ketangguhan dalam pendakian puncak dunia tertinggi di mount everest, rasa rela berkorban dalam mempertaruhkan nyawa untuk anak kecil tang tak bersalah yang bahkan kita tak tahu siapa namanya, ikhlas dalam menjalankan tugas meski upah bahkan tak cukup untuk membeli sandal yang jebol di seperempat perjalanan. Kau bisa melihatnya kan? Semua itu berasal dari satu alasan. Mereka percaya akan rahasia.
Dari awal kita hidup, kita selalu bertemu dengan rahasia. Sesuatu ketidaktahuan. Rahasia akan hari esok, rahasia akan akhir dunia, rahasia akan keberuntungan pekerjaan, rahasia akan rejeki, rahasia akan jodoh, dan terlebih lagi, rahasia akan kebenaran. Lalu? Percayai itu semua. Karena itulah aturan hidup yang tersedia. Bukan, ini adalah pilihan. Percaya atau tidak, kelak itulah yang menjadi takdir. Jika kau percaya, maka apapun takdir yang terjadi kau akan dapat menerimanya. Tapi jika kau tak percaya, lihat betapa banyak orang yang menyesal dan berlarut akan kesedihan yang hanya mereka seoranglah yang merasakan. Nah, inilah aturan mainya. Pion berada ditangan kita yang menjalani hidup. Akan bergerak kemana pion itu, sekiranya kitalah sebagai pemain yang menggerakkanya.
Pernah merasakannya?. ya. Pada awalnya, kita yang tak saling kenal dipertemukan dalam suatu forum. diajarkan arti kekeluargaan, kekompakan, perjuangan dan kerja keras. Pada awalnya, kita yang masih merasa asing satu sama lain, perlahan melebur menjadi satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. di hari-hari pertama, kita yang masih malu berbaur dan enggan menjalin relasi, pada akhirnya menyesal karena terlalu lama malu dan enggan. Karena ketika detik-detik akhirnya, kita justru merasa berat untuk berpisah.Pelatihan PPSN KONDA DIY 2015 mengajariku hal yang satu ini. Dalam pelatihan ini, dikumpulkan 64 peserta dai berbagai pondok pesantren di provinsi DIY untuk dilatih dan dijadikan wakil kontingen DIY yang akan mewakili provinsi ini dalam ajang PPSN 2015 di Kalimantan Selatan tanggal 1-7 Juni 2015 yang akan datang.
Banyak hal yang kita lakukan dan dapatkan di acara pelatihan ini. bukan hanya sebatas kenalan, tambahan pengetahuan, dan peningkatan produktivitas diri. Tapi, yang lebih berharga dari itu semua. Kita mendapatkan sebuah keluarga baru, mengerti arti kata percaya dan keyakinan, dan nilai dari sebuah kerja keras. Benar kata orang, Hasil tak pernah mengkhianati proses. Dan aku beruntung diberikan kesempatan untuk mengerti semua hal ini.
Manusia diciptakan memang berbeda-beda. Bukannya iri yang seharusnya kita rasakan ketika melihat orang lain terpandang 'lebih' dari apa yang kita punya. Dari perbedaan-perbedaan itu, justru rasa saling butuh dan melengkapi lebih indah untuk dirasakan. Sejatinya, seperti sebuah mata uang. itu hanya satu benda. tapi setiap benda memiliki dua muka yang berlawanan. Dalam satu peristiwa, akan ada dua perbedaan arti tergantung dari sudut mana kita memandang. Dan selanjutnya, semua itu kembali pada diri sendiri. mind set memang susah diubah. tapi bukan berarti tidak mungkin. Seperti dirimu, Tak peduli seberapa susahnya seorang guru berkata dirimu sulit untuk belajar. Kitalah yang lebih tahu, Dan kita sendiri yang membuat seperti apa diri kita sendiri nantinya. Ketika seorang saja yakin bahwa dirimu mampu berubah, akankah kau membuang kepercayaan orang itu begitu saja? akankah justru dirimu sendiri yang tidak yakin?
Jika membicarakan kata Nasionalisme di negara kita, yang ada hanyalah mendatangkan senyum miris di bibir. Ya. Negara kita telah kehilangan itu
Seberapah pentingkah nasionalisme itu bagi anda? kebanyakan anak muda akan berkomentar jika hal ini adalah hal yang membosankan, bukan hal keren yang membuat mereka bisa dipuji teman-teman, dan bukan hal yang mengasyikkan serta kolot dan kaku untuk dimiliki.
bayangkan anda sedang berada di perpustakaan dan melihat ada buku yang menarik perhatian anda. Anda sangat tertarik untuk mengetahui isi buku itu karena cover-nya sangat bagus, lalu, anda mengambil buku tersebut dari rak-nya dan mulai membuka buku. tapi sayangnya, ternyata anda belum bisa membaca.
Begitulah Nasionalisme digambarkan. Rasa nasionalisme, bukanlah sebuah mata pelajaran yang bisa dinilai melalui angka, bukan pula sebuah barang elektronik yang memiliki bentuk. Nasionalisme, adalah bentuk pelajaran moral, sebuah rasa yang wajib dimiliki bagi seorang warga negara seperti kita semua.
Karena kita hidup dalam sebuah negara, hidup sebagai sebuah bangsa, Nasionalisme harusnya menjadi the first thing yang wajib kita miliki.
dan itulah mirisnya Indonesia, bahkan dengan beribu pulau dan kekayaan alam yang melimpah ruah yang dimilikinya, Indonesia malah tak memiliki pondasi kokoh dalam jiwa bangsanya.
Apakah kita tak selayaknya merasa malu? apakah mengetahui negara yang hampir roboh ini kita masih bisa merasa acuh tak acuh? haruskah kau masih duduk manis dan hanya melihat?
Malu lah dengan kenyataan ini. karena ini adalah negara kita.
kau tahu, jika sebuah negara ingin menjaga negaranya, maka, jagalah dulu para pemuda-nya.
Mungkin semua ini tentang politik. semua ini membosankan. dan mungkin ada yang beranggapan kita belum waktunya mengurusi hal ini.
Apakah kau bukan bangsa Indonesia?
Ingatlah ketika kau hidup, negara inilah yang menyediakan oksigen, menyediakan seluruh kebutuhan hidupmu hingga detik ini.
Jangan sampai kita buta dengan politik. Politik bukanlah pelajaran hanya untuk orang dewasa saja, kita sebagai warga negara juga wajib tahu tentang hal ini.
Jangan menutup mata, Jangan mengurung diri,
Indonesia membutuhkan kita.
Seberapah pentingkah nasionalisme itu bagi anda? kebanyakan anak muda akan berkomentar jika hal ini adalah hal yang membosankan, bukan hal keren yang membuat mereka bisa dipuji teman-teman, dan bukan hal yang mengasyikkan serta kolot dan kaku untuk dimiliki.
bayangkan anda sedang berada di perpustakaan dan melihat ada buku yang menarik perhatian anda. Anda sangat tertarik untuk mengetahui isi buku itu karena cover-nya sangat bagus, lalu, anda mengambil buku tersebut dari rak-nya dan mulai membuka buku. tapi sayangnya, ternyata anda belum bisa membaca.
Begitulah Nasionalisme digambarkan. Rasa nasionalisme, bukanlah sebuah mata pelajaran yang bisa dinilai melalui angka, bukan pula sebuah barang elektronik yang memiliki bentuk. Nasionalisme, adalah bentuk pelajaran moral, sebuah rasa yang wajib dimiliki bagi seorang warga negara seperti kita semua.
Karena kita hidup dalam sebuah negara, hidup sebagai sebuah bangsa, Nasionalisme harusnya menjadi the first thing yang wajib kita miliki.
dan itulah mirisnya Indonesia, bahkan dengan beribu pulau dan kekayaan alam yang melimpah ruah yang dimilikinya, Indonesia malah tak memiliki pondasi kokoh dalam jiwa bangsanya.
Apakah kita tak selayaknya merasa malu? apakah mengetahui negara yang hampir roboh ini kita masih bisa merasa acuh tak acuh? haruskah kau masih duduk manis dan hanya melihat?
Malu lah dengan kenyataan ini. karena ini adalah negara kita.
kau tahu, jika sebuah negara ingin menjaga negaranya, maka, jagalah dulu para pemuda-nya.
Mungkin semua ini tentang politik. semua ini membosankan. dan mungkin ada yang beranggapan kita belum waktunya mengurusi hal ini.
Apakah kau bukan bangsa Indonesia?
Ingatlah ketika kau hidup, negara inilah yang menyediakan oksigen, menyediakan seluruh kebutuhan hidupmu hingga detik ini.
Jangan sampai kita buta dengan politik. Politik bukanlah pelajaran hanya untuk orang dewasa saja, kita sebagai warga negara juga wajib tahu tentang hal ini.
Jangan menutup mata, Jangan mengurung diri,
Indonesia membutuhkan kita.
Telah 69 tahun kita merdeka!! MERDEKA!!!.. hari ini, 17 Agustus, di seluruh saentero Indonesia
terdengar pekikan kata Merdeka. Tapi aku tak setuju. Apakah pernah terbesit pertanyaan, 'Apakah kita benar-benar merdeka?. ' tapi, jika memang negara ini merdeka, mengapa negara kita masih diperbudak dan dimanfaatkan kekayaan alam nya oleh negara lain. apakah diperbudak beda dengan dijajah??
Miris.Ketika melihat keadaan pemerintahan kita, korupsi dimana-mana. seakana itu menjadi trend abad ini. Kita acapkali melihat bibit-bibit calon penerus yang jujur dan mulia. tapi, ketika dia berada di kursi parlemen, semua sosok itu hilang. Benarkah itu hilang?. Mengapa??
Kita dan pemerintah. Kebanyakan rakyat masih tabu dan tak memahami, bahkan ada yang tak mau peduli tentang pemerintahan negaranya sendiri. Dan, begitu pemerintah membuat peraturan baru, Rakyat yang tak mengerti apa-apa hanya akan setuju tanpa dasar 'malas berfikir' jika itu tak berhubungan LANGSUNG dengan kehidupannya, dan langsung memekikkan kata tidak setuju jika itu menyulitkan rumah tangganya. Tak mengerti juga bisa menjadi ajang membodohi dan dibodohi. maukah anda di bodohi?Saya duduk di kursi sebuah cafe berdinding kaca di salah satu tempat yang cukup ramai di kota jogja. saya bisa melihat orang berlalu lalang disini. ada yang berjalan sendiri, dengan teman, ataupun keluarga mereka. mengobrol satu sama lain ataupun melakukan komunikasi dengan gandet ditangannya. ada yang berpenampilan santai, menggunakan jas, atau bahkan sebuah baju yang murahan. bermacam-macam. oke. saya kurang kerjaan. sangat.
tapi, ada satu hal yang membuat saya bertanya, mengapa mereka berhenti di tempat yang berbeda?
anda bingung?. coba ikuti jalan pikiran saya.
setiap orang terlahir dengan kondisi yang sama. lunak, rapuh, tidak bisa berjalan ataupun berbicara. apalagi berpikir. di saat mereka lahir, mereka dalam level yang sama. level nol. lalu, mereka mempelajari kehidupan. dari hal dasar, seperti berbicara, berjalan, berlari, makan, dll. disini, semua manusia melaluinya dengan mudah karena memang ini level dasar. lalu mereka menaiki level selanjutnya, mereka belajar berfikir. tentang menyelesaikan kebutuhan dirinya sendiri. oke, disini mulai berbeda. manusia akan berhenti dikejauhan yang beragam disini. adanya pengangguran dan CEO adalah contoh perbedaannya. pengangguran berhenti lebih dulu dari para CEO itu. orang bilang ini masalah takdir. aku tak percaya takdir. ya, meski aku sering mengucapkanya, tapi aku tak mempercayainya dalam hal ini. jika saja kau berada dalam posisi pengangguran, apakah kau akan menyalahkan takdir?. iya?. jangan pernah lakukan lagi. apakah dengan menyalahkan takdir, maka takdir itu akan berubah? apakah dengan menyalahkan takdir akan ada sesuatu yang menjadi lebih baik?. tidak. salahkan dirimu sendiri. apa kau lupa, kau adalah tokoh utama dalam hidupmu sendiri. kau yang mengatur, dan kehidupanmu adalah alat. Alat yang sesungguhnya bisa kau gerakkan, kau control sendiri. tapi, masalahnya adalah, banyak orang tak mampu memegang stir control nya sendiri.
kenapa tidak?. takut. mereka takut membuat keputusan dan mengambil langkah, lalu mereka akan berhenti di tempat dengan dalih ‘jika memang sudah waktunya, takdir baik pasti datang kok’ perkataan macam apa itu? sebagai seorang tokoh utama pantaskah seseorang berkata seperti itu? memalukan.
kau tahu apa yang membuat orang takut menggenggam stir-nya sendiri? seperti halnya mobil. saat kau ingin menjalankan mesinnya kau perlu menyalakannya dulu. apa alatnya? kunci. tapi, kunci ini transparan. tapi semua tahu kunci itu ada. tak jauh dari sana.
perumpamaannya, setiap kau gagal menebak tempat kuncinya, kau harus memotong satu jarimu. horror ya?. tenang, karena sebelum kau boleh menebaknya, kau diberi pilihan. pertama, kau boleh mencobanya berkali-kali, tapi harus kesakitan dan bergerak lagi ketika kau kehilangan jarimu. tapi, jika kau memilih ini, kau tak boleh berhenti hingga kau kehabisan jari. kedua, kau boleh keluar dari mobilmu dan pergi ke bengkel mobil yang berada di atas gunung berkilo-kilo meter dari posisimu dengan mendorong mobilmu untuk meminta kunci yang terlihat, ketiga, kau boleh menunggu dalam mobil sampi seseorang mengetuk kaca mobilmu dan berharap dia tahu tempat kuncimu berada.
jika diaplikasikan ke kehidupan nyata. pilihan pertama, adalah pilihan untuk terus mencoba tapi tak memiliki ilmu sebagai dasarnya. kata lainnya, coba-coba. orang tipe ini adalah dia yang mencoba dengan bermodal nekat dan keberanian. dia berani mengambil resiko, berani jatuh, tapi juga berani untuk bangkit. Itu adalah sikap yang bagus. sayangnya, dia bagaikan orang buta yang memasuki bioskop, bagusnya, dia berani memilih untuk mempertaruhkan apa yang dia miliki -atau dengan kata lain berani berkorban.
pilihan kedua, adalah pilihan orang yang memilih untuk berhenti, menghilang dari panggungnya demi mencari pengetahuan yang ingin dia miliki. disini, orang itu harus mengorbankan waktunya. dia harus rela menghilang untuk sesaat pada acaranya sendiri. terlihat pilihan yang paling baik kan?. ya, menurutku juga begitu. tapi, tak semua orang yang tahu itu mengambil pilihan ini. kenapa?. karena ini butuh waktu. karena ini butuh proses. karena ini butuh tekad dan usaha otak. dan itu membosankan. melelahkan -bagi sebagian orang.
pilihan ketiga, adalah plihan yang paling banyak orang tahu itu salah tapi justru paling sering ditemukan dimana-mana. nama lain pilihan ini adalah, menunggu nasib. memang paling enak di pilihan ini. mereka tinggal duduk dan menikmati langit tanpa harus berjuang apa-apa seperti dua pilihan sebelumnya. pertanyaannya, mau sampai kapan?. yaa… tunggu Saja.
semua orang tahu di Indonesia banyak sekali pengangguran. pernakah kau mendengar bahwa para rakyat ini sering mengeluhkan akan tidak adanya lapangan kerja?. akan tidak adanya fasilitas dari pemerintah?. yang kusesalkan, mengapa mereka harus menyalahkan orang lain?. Apakah dirinya sendiri terlalu benar untuk disalahkan?
>>baca kelanjutannya di judul Kita dan Pemerintah
Pelajar di negara Indonesia punya 3 jenjang wajib belajar, SD-SMP-SMA . Semua orang tahu, kalau pekerjaannya pelajar ya belajar. oke semua pasti tahu, tapi apakah semua orang tahu kalau ada kewajiban lain dari seorang pelajar?.
Bermimpi & membangun cita-cita adalah kewajiban pelajar juga. mengapa bisa begitu? Lupakah kamu jika seorang pelajar adalah sekelompok anak muda yang sengaja di didik dan menimba ilmu untuk persiapannya dalam meneruskan generasi selanjutnya? mereka dikelompokkan dalam satu lembaga, dengan bimbingan dari orang-orang yang telah dahulu memiliki ilmu untuk mengajarkan apa yang dimilikinya padanya. Bahkan negara juga merupakan orang yang berdiri di balik pendidikan para anak muda. sampai sebegitu pentingnya, negara saja punya menteri sendiri untuk mengurus masalah pendidikan. iya kan?. proyek wajib belajar 9 tahun adalah salah satu contoh proyeknya. apa kamu sadar bahwa pelajar itu bukanlah orang yang bisa menyebut diri mereka bukan siapa-siapa. pelajar adalah sebuah komponen yang sangat penting dalam sebuah negara. tapi, apakah kita, sebagai pelajar menyadarinya?. hanya sebagian. mungkin sebagian kecil.
Apakah saya pelajar?. ya. saya pelajar sama sepertimu. ketika saya menulis ini, saya masih baru saja duduk di bangku petama sekolah menengah atas. oke. semua mungkin memandangku orang yang yang belum dewasa dan tidak patut berbicara sok pintar. apa anda berpikir begitu?. jika iya, anda yang sok pintar, bagaimana bisa anda menganggap anda sendiri lebih pintar daripada saya bahkan sebelum anda tahu seberapa jauh saya berpikir?. hanya karena status saya masih SMA kelas 1 bukan berarti saya tidak bisa memiliki pemikiran lebih tinggi dari seorang mahasiswa sekalipun. Itu mengapa, saya tidak akan mempermasalahkan tingkatan kelas. di dunia pendidikan, Siapa yang pintar, maka dialah yang menjadi guru. oke, mari tidak membahas tentang jenjang.
Saya pelajar dan anda pelajar. setiap orang yang menuntut ilmu adalah pelajar. pelajar bukanlah orang yang hanya duduk di bangku sekolah. dan menuntut ilmu tidak akan pernah ada batas waktu dan umurnya. seorang presiden masihlah seorang pelajar, ketika dia membuka buku ataupun mendapatkan pengalaman dari kehidupannya. seorang petani adalah pelajar, ketika dia mengamati dan bertanya bagaimana dia bisa meningkatkan hasil panennya. kita punya banyak kesamaan. oke?. kita sama-sama pelajar. dan kita adalah bangsa Indonesia.
Diawal saya berkata bahwa kita, tidak hanya wajib belajar. tapi juga wajib bermimpi. apa aku berpikir kekanak-kanakan?. bermimpi bukanlah sesuatu yang memalukan. bahkan sekalipun semua orang mencela mimpimu, kau bahkan menjadi semakin keren karena hanya kamu dari semua orang disekitarmu yang memiliki mimpi itu dan tetap berjuang meski dalam minoritas. semua kreasi, semua penemuan berawal dari mimpi yang tidak mungkin. ingatlah hal itu.
saya memiliki mimpi. saya bermimpi, bahwa suatu hari, saya dapat menjadi orang yang membawa perubahan yang baik dalam pendidikan pemuda Indonesia. saya ingin menjadi orang yang membawa nama pendidikan Indonesia menjadi lebih tinggi dan disegani oleh semua orang. membangun pelajar muda yang produktif dan kreatif. itu mimpi saya. terserah apa komentarmu. sekarang aku bertanya, apa mimpimu?
catatan ini juga dapat diakses melalui www.catatansayapgaruda.wordpress.com
Aku ingin share beberapa pengalamanku kepada kalian semua sobatku. mungkin bukan pengalaman spektakuler ataupun menghebohkan. tapi, aku ingin seseorang tersenyum disana saat membacanya dan tahu siapa yang kumaksud.
Kita mengenal kata 'teman' dan 'sahabat' dalam dunia ini. dan dalam hidup, seseorang akan datang dan pergi dari dan ke kehidupan orang lain. mungkin orang ini singgah ke dalam hidupku di waktu yang tepat. dan aku sangat beruntung untuk mengenalnya.
Kata orang, aku tuh orangnya enak diajak bermain. suka ngomong, tertawa dan nge-lucu gitu dehh.. itu yang buat aku punya banyak teman. tapi, dari awal, entah aku tak pernah beruntung atau apa ya? mereka selalu menjadi sahabat yang malah berusaha menjatuhkan aku. apa aku sebegitu mudahnya dibodohi, atau memang aku itu bodoh? hmm.. masalah ini nggak mungkin aku ambil pendapatku sendiri kan?.
yang diejek habis-habisan lahh.. yang di-bully lahh.. yang dihianati lahh... semuanya ada! wkwkwk 3 in 1!
tahu nggak cerita waktu aku di-bully? ku ceritain niih..
waktu itu, lagi booming-booming yang namanya Genk. seseorang temanku yang pintar katakanlah,, mengajakku masuk ke genknya!. yaa.. aku sihh masih polos! masih mikirin positifnya saja!. sudah lewat beberapa bulan. grup yang terdiri dari lima orang termasuk aku, sudah jadi seperti penjajah di kelas. semua anak perempuan takut sama kita!. jelas saja, kami itu gabungan orang-orang yang banyak disegani sama anak-anak lain. haha, aneh iya! awalnya siih nggak kenapa-kenapa, tapi, namanya kebusukan hati suatu saat pasti akan tercium baunya!. menjelang ujian kenaikan kelas. tradisi contek mencontek masih subur tertanam. aku, entah bagaimana, mau menconteki anggota genk yang lainya. wush..wush,,wush,,, entah kapan aku sadar, tapi aku mengerti kalau aku dimanfaatkan! mereka hanya memanfaatkan kepintaran ku saja! apa nggak aneh? aku yang menconteki mereka, tapi rangkingnya tinggian mereka!. aneh bin ajaib..
tapi pada akhirnya, aku bisa lepas! dari suruhan-suruhan dan asal perintah mereka, apalgi ketuanya yang belagu! hahaha i'm free...!!
Pengalaman itu nggak cuman yang pahit kok, banyak juga yang manis! mau aku ceritakan? oke deh!
Dia cuma anak laki-laki biasa kok. Nggak ada yang menonjol dari dia. Tapi, dia bisa baik dan tulus apa adanya. itu yang jarang dimiliki orang lain!. Aku sebenarnya sudah dekat sama dia sudah sejak masuk sekolah. tapi, kau nggak bisa mengandalkan ingatanku untuk ingat dia. bahkan aku lupa sama sekali kalau dari dulu dia yang nolongin aku kalau lagi dijahilin. haha payah ya?. okey, masih ingat tradisi contek menyontek?. semenjak aku bebas, aku nggak berniat melakukan kebohongan itu lagi. Tapi, dia ini emang sedikit ding dong otaknya. meski begitu dia niatnya tegak lho!. dia selalu minta aku menyontekinya. yaa mana aku mau lahh?? tapi, kalau aku malah mengajarinya, dia mau kok. nggak kayak teman yang lain, mintanya instan!. Nahh hingga akhir akhir menjelang kelulusan, dia sering ngobrol sama aku. orangnya seru kok! dia ceritabanyak kejadian lucu-lucu, sejak itu, kita sahabatan
yahhh... hidup memang punya banyak cerita.. kadang kita boleh mengingat masa lalu, tapi jangan sampai terlarut pada nostalgia sendiri. hal yang bisa mengahmbatmu untuk maju adalah pikiranmu sendiri.
Kita mengenal kata 'teman' dan 'sahabat' dalam dunia ini. dan dalam hidup, seseorang akan datang dan pergi dari dan ke kehidupan orang lain. mungkin orang ini singgah ke dalam hidupku di waktu yang tepat. dan aku sangat beruntung untuk mengenalnya.
Kata orang, aku tuh orangnya enak diajak bermain. suka ngomong, tertawa dan nge-lucu gitu dehh.. itu yang buat aku punya banyak teman. tapi, dari awal, entah aku tak pernah beruntung atau apa ya? mereka selalu menjadi sahabat yang malah berusaha menjatuhkan aku. apa aku sebegitu mudahnya dibodohi, atau memang aku itu bodoh? hmm.. masalah ini nggak mungkin aku ambil pendapatku sendiri kan?.
yang diejek habis-habisan lahh.. yang di-bully lahh.. yang dihianati lahh... semuanya ada! wkwkwk 3 in 1!
tahu nggak cerita waktu aku di-bully? ku ceritain niih..
waktu itu, lagi booming-booming yang namanya Genk. seseorang temanku yang pintar katakanlah,, mengajakku masuk ke genknya!. yaa.. aku sihh masih polos! masih mikirin positifnya saja!. sudah lewat beberapa bulan. grup yang terdiri dari lima orang termasuk aku, sudah jadi seperti penjajah di kelas. semua anak perempuan takut sama kita!. jelas saja, kami itu gabungan orang-orang yang banyak disegani sama anak-anak lain. haha, aneh iya! awalnya siih nggak kenapa-kenapa, tapi, namanya kebusukan hati suatu saat pasti akan tercium baunya!. menjelang ujian kenaikan kelas. tradisi contek mencontek masih subur tertanam. aku, entah bagaimana, mau menconteki anggota genk yang lainya. wush..wush,,wush,,, entah kapan aku sadar, tapi aku mengerti kalau aku dimanfaatkan! mereka hanya memanfaatkan kepintaran ku saja! apa nggak aneh? aku yang menconteki mereka, tapi rangkingnya tinggian mereka!. aneh bin ajaib..
tapi pada akhirnya, aku bisa lepas! dari suruhan-suruhan dan asal perintah mereka, apalgi ketuanya yang belagu! hahaha i'm free...!!
Pengalaman itu nggak cuman yang pahit kok, banyak juga yang manis! mau aku ceritakan? oke deh!
Dia cuma anak laki-laki biasa kok. Nggak ada yang menonjol dari dia. Tapi, dia bisa baik dan tulus apa adanya. itu yang jarang dimiliki orang lain!. Aku sebenarnya sudah dekat sama dia sudah sejak masuk sekolah. tapi, kau nggak bisa mengandalkan ingatanku untuk ingat dia. bahkan aku lupa sama sekali kalau dari dulu dia yang nolongin aku kalau lagi dijahilin. haha payah ya?. okey, masih ingat tradisi contek menyontek?. semenjak aku bebas, aku nggak berniat melakukan kebohongan itu lagi. Tapi, dia ini emang sedikit ding dong otaknya. meski begitu dia niatnya tegak lho!. dia selalu minta aku menyontekinya. yaa mana aku mau lahh?? tapi, kalau aku malah mengajarinya, dia mau kok. nggak kayak teman yang lain, mintanya instan!. Nahh hingga akhir akhir menjelang kelulusan, dia sering ngobrol sama aku. orangnya seru kok! dia ceritabanyak kejadian lucu-lucu, sejak itu, kita sahabatan
yahhh... hidup memang punya banyak cerita.. kadang kita boleh mengingat masa lalu, tapi jangan sampai terlarut pada nostalgia sendiri. hal yang bisa mengahmbatmu untuk maju adalah pikiranmu sendiri.
hohoho,, ininiihh maling yang nyebelin banget!. udah nyuri uang, nggak mau ngaku, nyengsarain temen seatap lagi!. nih maling bisa ngitung dosa ga sihh... ckckck,,
Tapi, yang paling nggak ngenakin, bukan karena nggak bisa jajan. bisa siih jajan ataupun ngenet. orang gue udah punya jiwa pemberontak pula! takut? sorry eaa....
Dari tragedi kehilangan uang di asrama, semua anggota nggak boleh keluar uang selama seminggu. oke, itu bisa diterima sebagai wujud toleransi. tapi, kenapa harus ada pengecualian dengan kakak kelas yang sudah sma?. helloooo... katanya ngajarin toleransi kok dirinya sendiri ga punya toleransi??.
Dari semua yang terjadi dari kemarin malam, akubisa pelajari satu hal. orang yang mengajarkan bawahannya untuk melakukan sesuatu, tetapi dia melakukannya dihadapan bawahannya dengan muka bahagia sok kuasa, adalah orang yang paling RENDAH.
emang yaa.. dunia dah susah untuk diperingatkan, jabatan lebih tinggi bukan berarti bebas memimpin!. semua orang salah paham tentang apa yang dimaksud pemimpin. pemimpin itu, buka cuma orang yang bebas memerintah dan ngasih instruksi ke anak buah. tapi, Pemimpin itu justru orang yang bisa melayani bawahannya yang paling rendah. yaah.. karena kesalahpahaman ini, dunia jadi sulit buat maju. kenapa? karena kebanyakan para Pemimpin hanya bisamemberi perintah. tapi, dirinya nggak bisa melayani satupun bawahannya.
Tapi, yang paling nggak ngenakin, bukan karena nggak bisa jajan. bisa siih jajan ataupun ngenet. orang gue udah punya jiwa pemberontak pula! takut? sorry eaa....
Dari tragedi kehilangan uang di asrama, semua anggota nggak boleh keluar uang selama seminggu. oke, itu bisa diterima sebagai wujud toleransi. tapi, kenapa harus ada pengecualian dengan kakak kelas yang sudah sma?. helloooo... katanya ngajarin toleransi kok dirinya sendiri ga punya toleransi??.
Dari semua yang terjadi dari kemarin malam, akubisa pelajari satu hal. orang yang mengajarkan bawahannya untuk melakukan sesuatu, tetapi dia melakukannya dihadapan bawahannya dengan muka bahagia sok kuasa, adalah orang yang paling RENDAH.
emang yaa.. dunia dah susah untuk diperingatkan, jabatan lebih tinggi bukan berarti bebas memimpin!. semua orang salah paham tentang apa yang dimaksud pemimpin. pemimpin itu, buka cuma orang yang bebas memerintah dan ngasih instruksi ke anak buah. tapi, Pemimpin itu justru orang yang bisa melayani bawahannya yang paling rendah. yaah.. karena kesalahpahaman ini, dunia jadi sulit buat maju. kenapa? karena kebanyakan para Pemimpin hanya bisamemberi perintah. tapi, dirinya nggak bisa melayani satupun bawahannya.
Idola. semua orang kebanyakan memilikinya. yahh... kuakui sekarang ini aku
juga punya 'idola'. tapi, ada sejarah panjang sebelum aku memutuskan memiliki
idola, yang akan kuberi nama 'pencarian sesosok 'I-D-O-L-A'.sejujurnya, aku benar-benar memiliki orang yang kusebut idola memang belum lama ini. yaaahh.. aku tak begitu mengerti mengapa, tapi yang kutahu, dulu aku tak pernah begitu ingin memiliki seorang idola. buat apa? sepanjang yang kutahu, orang yang menjadi fans orang lain tak memberi perbedaan apapun dengan orang yang tak pernah merasa nge-fans. okey, dari situ mungkin kau menganggap aku orang yang cuek pada keadaan. tak apa, aku terkadang memang tak ingin mengerti apapun yang terjadi disekitarku.
kata guru BK-ku, seseorang pasti memiliki idola. byaah.. aku tak pernah percaya hal itu. tak semua orang memiliki idola. iya kan? buktinya.. aku tak memiliki idola! saat guru itu meminta ssetiap murid menuliskan seorang idolanya. aku malas melakukanya meski sebagian besar temanku bersemangat. tanpa perlu ribet-ribet mencari orang yang harus kutulis, aku langsung saja menulis bahwa ayahku adalah idolaku. aku tak mengerti mengapa harus ayahku, yang kupikirkan saat itu, karena aku ingin menjadi sosok seperti ayah. bahkan suatu saat nanti aku ingin melebihi ayahku sewaktu dia muda. aku akan tunjukkan padanya aku juga bisa pergi ke luar negeri, mendapat beasiswa sepertinya. aku memberikan pengertian itu pada diriku sendiri. dan kenyataan yang terjadi saat itu. aku tak ingin menganggap ayahku adalah idolaku. dia hanyalah orang yang memberiku inspirasi. dan itu bukanlah berarti aku meng-idolakannya. aku tak ingin dan tak pernah memiliki idola. untuk apa mengidolakan orang lain. tooh pada akhirnya kita sama saja dengan dia. hanya perbedaannya, dia lebih beruntung daripada kita.
Semua pemikiranku berubah ketika liburan sekolah yang lalu. seorang temanku, Fithri. sedang senang-senangnya memberitahu tentang sebuah boyband barat yang sedang naik daun. awalnya, aku penasaran. seperti apa sih boyband itu hingga bisa membuat temanku yang satu ini begitu suka dengan mereka. akhirnya setelah mencari-cari informasi tentang mereka, aku entah darimana asalnya berpikir mungkin aku akan menambah boyband ini menjadi salah satu inspiratorku. hal yang tak kuakui saat itu adalah, aku kagum dengan mereka!.
aku bingung, sejak kapan aku menjadi penasaran dengan penyanyi seperti mereka?. yang kutahu adalah, aku tak pernah suka dengan musik. meski nyatanya aku sangat berambisi bisa menjadi pemain gitar yang jago. suatu saat, aku menanyakan salah seorang temanku, "menurutmu, apa itu idola, bagimu?" dia menjawab, "idola itu ya orang yang kita kagumi. kita kagum dengan bakat yang menonjol padanya. yaa.. idola itu ya pokoknya orang yang hebat dalam bakatnya dan kita suka dengannya.". hmmm.. makin penasaran saja aku dengan sesosok IDOLA yang sebenarnya....
Aku orangnya memang selalu ingin memikirkan sesuatu hingga tuntas. dan aku memang sering memikirkan hal-hal yang sama sekali tak ada hubungannya denganku. kurang kerjaan? tapi, yaah.. aku juga tak ingin selalu berpikir, tapi nyatanya, aku selalu tak bisa lepas dari pikiranku sendiri. entah apapun yang kupikirkan. pasti ada... sajalah itu!
Okey, kembali ke topic awal. Setelah lama kepikiran hal itu, aku pelan-pelan menyimpulkan. Idola adalah orang yang menjadi inspirasi dan motivasi kita untuk maju. Terkadang Menjadi titik pandang kita dalam memandang sesuatu. Dan para Idola juga dapat memberikan semangat kepada kita untuk bias menjadi –atau bahkan lebih dari mereka. Dan itulah idola menurutku.
aku punya idola. Boyband jeblosan the xfactor UK, kamu pasti tahu!. Okey, aku merasa mereka hebat. Sebelumnya, tak ada yang kenal siapa itu Louis Tomlinson, Liam Payne, Niall Horan, Harry Styles, dan Zayn Malik. Tapi, siapa sekarang yang nggak kenal dengan mereka?. Dari mereka, aku dapat banyak inspirasi dan motivasi. Suatu saat aku akan tunjukkan. Aku juga bias sukses seperti kalian. Tapi, bukan dibidang music, di bidang yang lain. Aku akan tunjukkan bahwa suatu saat dunia akan mengakuiku sebagaimana dunia mengakuimu. Dan, jika suatu saat aku berhasil menggapai mimpiku. Aku akan mengucapkan banyak terima kasih pada idolaku karena mereka mendorongku untuk maju secara tidak langsung.
Bagi kamu yang punya idola. Kau juga pasti bisa lebih dari mereka, para idolamu. Buatlah para idolamu mengenal siap dirimu. Buatlah dunia mengakui keberadaanmu!. Dan, raihlah semua mimpi-mimpimu. Ingat kawan, hidup hanya sekali dan nggak aka nada kesempatan kedua!.










